Locations of visitors to this page HBA

HASAN BASRI AGUS DAN FACHRORI

HASAN BASRI AGUS DAN FACHRORI
JAMBI TEMPO DOELOE

Rabu, 23 Februari 2011

HBA

IWAN FALS: DALAM PERJALANAN SPRITUAL

RADAR JAMBI:TONI.S


Iwan Fals: Amerika Mah Lewat... Sabtu, 28 Agustus 2010 | 13:20 WIB

Iwan Fals


Penyanyi legendaris, Virgiawan Listanto atau yang lebih dikenal dengan sapaan Iwan Fals, makin getol saja menyuarakan masalah lingkungan.

Ini terlihat dari konser ngabuburit bareng Iwan Fals dan League yang diadakan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Jumat (27/8/2010), yang mengusung tema "Keseimbangan Bumi League, Bumi Kita".

Laki-laki kelahiran 3 September 1961 ini mengaku akan tetap optimis dalam usaha menyehatkan lingkungan. Caranya, dengan berusaha menyemangati orang-orang untuk menjaga lingkungan. Hal itu dimulai dari diri sendiri dengan mencintai tanaman.

"Karena kalau kita menjaga pohon dan lingkungan, itu kan bisa menghasilkan oksigen. Nah, oksigen itu sangat penting untuk masa depan. Maka sebaiknya kita memelihara lingkungan. Sebenarnya memelihara enggak sulit, cuma bergerak untuk memeliharanya yang sulit," ungkap pendiri Yayasan Orang Indonesia ini.

Selain itu, menurut pemilik album berjudul Keseimbangan ini, Indonesia bisa menjadi negara yang lebih dari Amerika Serikat, asalkan orang Indonesia mau untuk bergerak sedikit mengolah sumber daya alam (SDA) di Indonesia.

"Sebenarnya kalau kita rajin sedikit, Amerika mah lewat. Masalahnya orang Indonesia enggak berani jalan sendiri, sukanya main tunggu-tungguan. Ya repot kalau begini," ungkapnya.




Iwan Fals: Tentang Ketulusan dan Pesan Cinta yang Dalam Rabu, 23 Februari 2011 | 06:47 WIB

Iwan Fals

Iwan Fals (49) menjadi salah seorang penyanyi yang terlibat dalam konser Erwin Gutawa, ”A Masterpiece of Erwin Gutawa”. Dia berharap konser yang merupakan refleksi perjalanan bermusik Erwin Gutawa ini dapat mengantarkan pesan tentang ketulusan.
Alam yang ada di sekitar kita ini indah. Lalu, kenapa harus jauh-jauh kita mencari keindahan
-- Iwan Fals

Hal itu diungkapkan Iwan terkait maraknya kekerasan atas nama agama yang belakangan ini terjadi di Tanah Air. Menurut pelantun lagu ”Bento” dan ”Aku Bukan Pilihan” ini, kekerasan hingga menghilangkan nyawa orang lain adalah perbuatan yang sulit dipahami karena pada akhirnya semua orang akan mati.

”Lagu ’Izinkan Aku Mencintaimu’ adalah lagu tentang cinta yang dalam. Tetapi, masih bicara soal Tuhan. Mudah-mudahan lagu ini bisa menjawab tentang cinta kepada Tuhan,” katanya.
Sedangkan lagu ”Mata Dewa” yang berkisah tentang alam, lanjut Iwan, diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin mencari keindahan.
”Alam yang ada di sekitar kita ini indah. Lalu, kenapa harus jauh-jauh kita mencari keindahan,” katanya.

Konser ”A Masterpiece of Erwin Gutawa” akan digelar pada 26 Februari 2011 di Jakarta Convention Center. Selain Iwan, sejumlah penyanyi dan musisi juga akan tampil. Mereka, antara lain, Rossa, Once, Sandhy Sondoro, Dira J Sugandi, Lea Simanjuntak, Afgan Syah Reza, dan Gita Gutawa.

Iwan Fals Nyanyi Sambil Mengaji Rabu, 3 November 2010 | 08:55 WIB

Iwan Fals

Penyanyi balada Iwan Fals menyanyi sambil mengaji bersama grup musik religi Sanggar Ki Ageng Ganjur pimpinan Zastrouw Al Ngatawi di hadapan ribuan penggemarnya di lapangan IAIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa malam.

Dalam konser bertajuk "Perjalanan Spiritual ke Pesantren" yang dihadiri Rektor IAIN Surabaya, Prof Nur Syam, dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, Zastrouw selalu mengomentari lagu yang akan atau sudah dinyanyikan Iwan Fals dengan pandangan agama.

Bahkan, Zastrouw yang memberi aransemen lagu-lagu Iwan Fals yang bertemakan kritik sosial itu pun melantunkan shalawat dan "pengajian" di sela-sela komentarnya.

Di hadapan mahasiswa IAIN Surabaya, santri di Surabaya, dan komunitas OI (komunitas penggemar Iwan Fals yang disebut "Orang Indonesia") Surabaya itu, Iwan Fals melantunkan tujuh lagu, yakni "Sarjana Muda", "Ibu", "Tanam Tanam Siram Tanam", "Jula Juli Yo", "Bung Hatta", "Pesawat Tempur", dan "Guru Oemar Bakrie".

"Kalau sarjana untuk semata-mata mencari kerja, bukan mencari ilmu, ya begitu. Pesantren justru lebih baik karena pesantren itu mencetak sarjana kehidupan," kata budayawan pimpinan Sanggar Ki Ageng Ganjur, Zastrouw, mengomentari lagu pertama Iwan Fals.

Menurut dia, pandangan orang bahwa pesantren adalah sarang teroris merupakan kesalahan besar, karena orang itu tidak pernah mengaji di pesantren, padahal pesantren banyak mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan.

"Teroris yang ada di pesantren itu terong yang diiris-iris," kata salah seorang `santri` almarhum mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu disambut tawa hadirin.

Tidak hanya itu, ketika Iwan Fals melantunkan lagu tentang "Ibu", Zastrouw menyitir sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang menyebut nama ibu sebanyak tiga kali dan ayah hanya sekali sebagai orang yang layak dihormati.

"Enak, ya ngaji dengan lagu-lagu seperti ini, karena itu kita doakan ibu-ibu kita. Mari kita bacakan Fatihah untuk ibu kita yang sudah almarhumah," ujar pimpinan sanggar musik religi asal Yogyakarta yang pernah tampil di Dubai dan Maroko itu.

Bahkan, ketika Iwan Fals menyanyikan lagu "Tanam Tanam Siram Tanam" pun, Zastrouw memberikan "pengajian" tentang dua kepentingan menanam pohon, yakni pohon akan bertasbih untuk orang yang menanam dan oksigen yang dihirup orang lain dari pohon itu akan menjadi pahala.

Seperti tidak mau kalah, Iwan Fals pun menyebut penggemarnya sebagai pahlawan apabila mau mengambil plastik yang berserakan agar pertumbuhan tanaman tidak terhambat "sampah" itu, kemudian suami dari Rosanna (Mbak Yos) itu pun menyanyikan lagu "Bung Hatta".

Malam itu, seniman yang sempat dilarang tampil oleh Orde Baru itu juga tidak lupa melontarkan kritik, seperti di sela-sela melantunkan lagu tentang "Jula Juli Yo".

"Nasi wis dadi bubur, dudu sego. Dadi pejabat sing jujur, nek nggak jujur mlebu neroko, (Nasi sudah menjadi bubur, bukan nasi lagi. Jadi pejabat itu yang jujur, kalau tidak jujur bisa masuk neraka)," ucapnya yang disambut applaus hadirin.

Di Jawa Timur, Iwan Fals dengan dukungan perusahaan rokok Djarum itu mengunjungi 12 pesantren, mulai dari Jember, Lumajang, hingga akhirnya di Surabaya.

"Dari beberapa kiai yang saya datangi, saya senang masukan mereka bahwa seni itu bisa mengajak kepada kebaikan, seperti syiar agama yang pernah dilakukan Wali Songo, asalkan di dalamnya ada nilai-nilai dakwah," katanya.


Iwan Fals: Ini Kehidupan Ritual Saya Jumat, 10 Desember 2010 | 20:07 WIB

Iwan Fals menerima tanaman dari pihak yang mengadakan program Trees for Life, FX Supanji, di Demak, Jawa Tengah, 27 Mei 2010.

Di hadapan ribuan santri Pondok Pesantren Azzainiyyah Selabintana, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (9/12/2010), Iwan Fals tidak cuma didapuk untuk menyanyi di atas panggung. Bersepatu bot dan berkacamata hitam, di tengah terik siang itu Iwan juga sibuk menanam pohon trembesi di salah satu sudut pondok pesantren tersebut.

"Menanam pohon di sini atau di rumah buat saya sama saja, yaitu sebuah ritual. Sebelum menanam, kita mendoakan dan kemudian kita merawatnya, maka menanam adalah ritual kehidupan buat saya. Manfaatnya bukan sekarang, tapi nanti," ujar Iwan Fals kepada Kompas.com pada acara Penanaman Pohon Trembesi-Djarum Trees For Life (DTFL) di areal pondok pesantren tersebut.

Pemilik nama asli Virgiawan Listanto ini mengungkapkan, menanam pohon tak perlu diributkan soal siapa yang menanam dan alasannya menanam. Mulai santri, ABRI, bahkan presiden sekalipun, kata Iwan, sebaik-baiknya mulai sekarang banyak menanam pohon.

"Persoalan-persoalan yang timbul karena pemanasan global kita sudah tahu. Terus, sekarang mau apa? Ya, saya menanam sajalah. Kelak, semua orang benar-benar akan merasa rugi jika merusak tanaman," ujar Iwan, yang bersama organisasi fans club-nya, OI (Orang Indonesia), belum lama ini menggelar aksi menanam 14.000 pohon.

"Bapak-bapak ABRI, kalau lihat ada yang merusak tanaman, tolong dijewer saja," lanjutnya.

Iwan mengaku jujur, dia bukan peneliti yang tahu ihwal pohon trembesi yang dia tanam bersama-sama para pejabat daerah Sukabumi di pondok pesantren tersebut. Yang dia ketahui, lanjut Iwan, jika satu orang saja menanam pohon, maka itu sudah bisa menjadi jalan keluar bagi efek pemanasan global, apa pun jenis pohonnya.

"Kalau dari kampanye 1 Milyar Pohon ini bisa tumbuh semua, ini kan keuntungan buat kita. Ratusan tahun lalu banyak tanaman asli kita diambil orang-orang asing dan dibawa keluar. Apa kita rela sekarang juga seperti itu," tambah Iwan.

Konser Perjalanan Spiritual Iwan Fals Senin, 18 Oktober 2010 | 11:04 WIB

ADI SUCIPTO KISSWARA

Virgiawan Listanto (49) yang lebih terkenal sebagai Iwan Fals, Rabu (13/10) malam, menggelar konser perjalanan spiritual bersama Ki Ageng Ganjur di Lapangan Sidayu, Kabupaten Gresik. Iwan mengawali aksinya untuk menggebrak panggung dengan lagu ”Sore Tugu Pancoran.”

Iwan mengingatkan agar masyarakat Indonesia lebih peduli kepada sesama. Dalam kesempatan itu juga dihimpun dana secara spontan untuk anak-anak sekolah korban lumpur Lapindo. Dia juga berharap pemerintah lebih peduli lagi pada nasib anak-anak yang kurang beruntung, dan masyarakat miskin dan masalah pengangguran.

”Jangan sampai ada Budi-Budi yang lain di negeri ini,” katanya merujuk pada lagu ”Sore Tugu Pancoran”.

Iwan mengetuk hati seluruh komponen bangsa ini untuk turut menyelamatkan Bumi dari tangan-tangan nakal. Satu di antaranya dengan menanam pohon untuk pelestarian lingkungan. Dia menyatakan betapa pentingnya menanam pohon karena pohon adalah untuk kehidupan. Pohon bisa memperkaya oksigen yang dibutuhkan manusia untuk bernapas. ”Bila pohon ditebangi, sama artinya membunuh kehidupan,” kata pria kelahiran 3 September 1961 itu.

Iwan menuturkan, sumber daya hutan seperti pohon-pohon yang ada di sekeliling manusia tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan sosial masyarakat. ”Bangsa ini harus berkaca dari bencana banjir bandang di Wasior, serta rusaknya hutan di berbagai belahan bumi Nusantara yang memicu bencana di mana-mana. Es di kutub telah mencair, cuaca sudah tidak bisa diprediksi, dan pemanasan global menjadi isu di seluruh dunia,” tuturnya.

Gaya hidup

Iwan berharap menanam pohon bisa menjadi gaya hidup. Dengan menanam pohon berarti menyayangi diri sendiri, keluarga, dan anak cucu.

”Pohon jangan dipandang hanya sebelah mata. Itu merupakan nyawa kita untuk jangka panjang. Pohon menyumbangkan oksigen yang bisa memberikan kita kesejukan. Pohon juga untuk antisipasi bencana alam, seperti banjir atau tanah longsor,” tutur suami Rosanna itu.

Lontaran kata-kata Iwan itu diikuti tembang ”Pohon Kehidupan”, ”Tanam Siram”, dan ”Hutanku”. Ketika penonton ada yang saling melempar botol bekas minuman kemasan dan sandal, Iwan pun bersama Sastro Al Ngatawi dari kelompok musik Ki Ageng Ganjur melantunkan shalawat atau istighfar untuk menenangkannya. ”Kita ke sini kan maunya ngaji. Kalau ada yang bikin kacau, itu berarti mengganggu orang ngaji,” kata Sastro menenangkan penonton.

Misi dakwah

Konser kali ini turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim, dan mantan Bupati Gresik Robbach Ma'sum. Iwan bersama Ki Ageng Ganjur akan melakoni perjalanan spiritual, dakwah, dan musik religi di 50 kota di Tanah Air.

Sebelumnya, Rabu siang, Iwan berkunjung ke Pondok Pesantren Bumi Aswaja di Wonokerto, Kecamatan Dukun. Dia turut menanam 1.000 pohon di Madrasah Ibtidaiyah Wonokerto. Dia salut dengan keagamaan di Gresik yang masih kuat. ”Mungkin teladan dari Sunan Giri dan Sunan Maulana Malik Ibrahim masih menjadi panutan kawula muda di sini,” ucapnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Bumi Aswaja, Irsyadul Ibad, menuturkan bahwa Iwan dan Ki Ganjur menyinggung fenomena kesenian yang mulai ditinggalkan pesantren. Kesenian di pesantren akan dihidupkan dengan misi utama untuk dakwah. Kesenian, khususnya musik, bukan saja untuk menghibur, tetapi bisa dimanfaatkan untuk sarana pengajian.

Iwan dan Ki Ageng Ganjur ingin kembali menghidupkan pesantren sebagai pusat pengembangan seni dan budaya, selain untuk belajar agama. Upaya itu sekaligus menepis anggapan pondok pesantren menjadi sarang teroris.

Sastro Al Ngatawi memaparkan, kelompok musik Ki Ageng Ganjur bersama Iwan bukan sekadar untuk konser, tetapi lebih banyak untuk misi dakwah.

Iwan Fals

Kalau biasanya band memulai dengan produksi album indie lalu bergabung dengan label besar, Iwan Fals sebaliknya. Di album terakhirnya, Keseimbangan, Iwan memproduksi dan memasarkannya sendiri.

”Ini enggak dijual di toko, cuma di rumah dan di konser. Hitung-hitung mencoba membuat alternatif, tapi ternyata sulit karena promosi perlu biaya besar,” kata Iwan seusai menanam pohon trembesi dalam acara Flexi Big Bang, pekan lalu di Lapangan Kodam V/ Brawijaya Surabaya.

Perbedaannya memang luar biasa. Sejak diluncurkan Februari 2010, album ini baru terjual 10.000 keping. Dengan label besar, angka 200.000 bisa dicapai dalam seminggu.

Kendati demikian, Iwan tetap berupaya mempromosikan album terbaru yang berisi kerinduan pada Tuhan dan alam yang terpelihara. Selama ini, menurut Iwan, manusia selalu merasa terancam oleh langit, bumi, bahkan saling mencurigai sesama.

Dari perenungan berbagai fenomena, lahir 12 lagu untuk album ini. Penyanyi bernama asli Virgiawan Listiyanto ini juga mengkhawatirkan hutan yang semakin rusak. Karena itu, Iwan sangat mendukung berbagai gerakan penanaman pohon, terutama bila dilanjutkan dengan perawatan pohon itu. Masalah kerusakan hutan sebenarnya sudah disuarakan Iwan sejak 1982, di antaranya melalui lagu ”Isi Rimba Tidak Ada Tempat Berpijak”.


Iwan Fals Komitmen Tanam Pohon
Iwan Fals

Seniman legendaris Indonesia Iwan Fals menunjukkan komitmennya untuk peduli terhadap keselamatan hutan dengan gerakan menanam pohon.

Hal ini terlihat saat Iwan Fals menghadiri Tour Keseimbangan dan OI (Orang Indonesia) menanam yang dilakukannya di halaman Yoniv IV Cimahi, Selasa.

Meskipun di acara tersebut Iwan bersama Kapolresta Cimahi AKBP Rusdi Hartono dan Wakil Wali Kota Cimahi Edy Rahmat hanya menanam satu pohon.

Namun, rencananya OI sebagai kelompok pecinta Iwan Fals akan menindaklanjuti tiga pekan kedepan melakukan gerakan menanam pohon di kawasan Kampung Adat Cireundeu.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Ojon Listanto (41), kegiatan itu sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang promosi album Iwan Fals terbaru bertajuk Keseimbangan yang tidak dijual secara bebas.

"Albumnya hanya bisa didapatkan dari OI. Sedangkan keseimbangan itu sendiri, dimaksudkan Bang Iwan untuk menyadarkan kita bahwa hutan perlu dijaga sebagai salah satu sumber kehidupan kita. Kalau tidak menanam, 15 tahun kemudian kehidupan akan habis," ujarnya.

Cimahi merupakan kota ke tujuh yang dikunjungi Iwan Fals setelah Kota Cirebon, Solo, Cilacap, Jember, Tulungagung dan Kota Tasikmalaya. Pasalnya, sesuai dengan rencana Tour Keseimbangan ini akan dilakukan di seluruh kota se-Indonesia.

Ojon mengatakan, OI akan melakukan gerakan menanam sebanyak 61 pohon di setiap sekolah yang ada di Indonesia. Sedangkan mengenai acara yang tidak dipublikasikan tersebut, Ojong beralasan bahwa hal itu memang disengaja.

"Karena acara ini merupakan ajang silaturahmi Bang Iwan dengan para kelompok OI. Di Bandung sendiri, OI ada 61 kelompok. Dengan silaturahmi inipun diharapkan bisa terjadi regenerasi OI sehingga kecintaan terhadap hutan dan menanam tetap berlanjut," paparnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi Edy Rahmat mengatakan, gerakan menanam hutan yang terus dikampanyekan Iwan Fals patut didukung.

Karena seperti diketahui bersama, hutan merupakan sumber kehidupan manusia. Dan kondisi hutan saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

"Sebesar apapun yang dilakukan pemerintah dalam menjaga hutan. Apabila tidak didukung oleh warganya hal itu tidak bisa dilakukan. Maraknya banjir dan panas suhu bumi akibat hutan gundul harus menjadi perhatian serius kita semua," tandasnya.

Oleh karenanya, Pemkot Cimahi bersama pihak terkait akan terus bekerja keras menjaga kelestarian hutan. Namun yang terpenting dari gerakan menanam ini adalah merawatnya. "Sebab, apalah artinya menanam kalau tidak bisa merawat," pungkasnya.


Iwan Fals Tanam Pohon di Situ Gede

Ilustrasi: Iwan Fals menerima tanaman dari pihak yang mengadakan program Trees for Life, FX Supanji, di Demak, Jawa Tengah, 27 Mei 2010.

Penyanyi Iwan Fals mengikuti penanaman pohon di obyek wisata Situ Gede, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (10/7/2010), yang diadakan Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Perhutani Tasikmalaya dan Orang Indonesia (OI), penggemar pelantun lagu-lagu balada itu.

Ketua pelaksana acara itu, Acong, mengatakan, penanaman sebanyak 500 bibit pohon itu ditanam di kawasan obyek wisata Situ Gede dengan disaksikan langsung oleh tokoh utama OI, Iwan Fals.

Kehadiran Iwan Fals di Tasikmalaya, kata Acong, sengaja diundang OI Tasikmalaya untuk dapat menyaksikan kecintaan masyarakat Tasikmalaya yang mendukung kelestarian lingkungan.

Kehadiran Iwan Fals di tengah-tengah penggemarnya, kata Acong, diharapkan dapat memicu semangat penggemarnya dan masyarakat luas untuk mencintai dan menjaga lingkungan agar tetap asri.

Menurut dia, keberadaan OI di Tasikmalaya, selain bergerak di bidang sosial, juga menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap keprihatinan lingkungan yang mulai dirasakan buruk.

"Lingkungan seperti udara itu perlu dipelihara. Kami menyerukan kecintaan lingkungan, selain melakukan gerakan sosial dan politik," katanya.

Iwan Fals, yang berdiri di tengah-tengah impitan penggemarnya, menyatakan dukungan kepada OI Tasikmalaya yang melakukan tindakan positif dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan menggelar penanaman pohon.

Kegiatan penanaman pohon tersebut selain dipadati penggemar Iwan Fals, juga dihadiri Wali Kota Tasikmalaya Syarif Hidayat, yang menyatakan dukungan terhadap komunitas masyarakat yang peduli terhadap lingkungan.

Syarif yang duduk bersama dengan Iwan Fals menyatakan, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah berupaya keras menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut Syarif, empat tahun lalu, Iwan Fals pernah melakukan gerakan kecintaan lingkungannya dengan menanam pohon di Kota Tasikmalaya.

"Dulu pernah Iwan Fals menanam pohon di Tasik, ini berarti tindakan kecintaan lingkungan terus berlanjut," kata Syarif.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menjaga kelestarian lingkungan, kata Syarif, yakni dengan membeli bukit yang berpotensi memiliki resapan air.

Menurut dia, beberapa tahun lalu Kota Tasikmalaya terkenal dengan 10.000 bukit, tetapi sekarang hanya ribuan bukit yang sebagian sudah hilang karena salah satu faktor akibat penambangan pasir.

Untuk menjaga sisa-sisa bukit yang masih ada di Kota Tasikmalaya, Syarif menyatakan, Pemerintah akan membeli satu bukit setiap tahunnya.

"Pemkot lagi mengusahakan membeli satu bukit, terutama yang memiliki resapan air," katanya.


Iwan Fals: Rindukan Alam yang Sehat dan Manusia Beradab

Iwan Fals

Iwan Fals (49) menikmati naik sepur kluthuk Jaladara di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (7/7/2010). Iwan bersama istrinya, Rosana, dan kedua anaknya, Cikal dan Rayya, serta personel band dijamu Pemerintah Kota Solo naik kereta uap kuno buatan tahun 1896 itu untuk mengunjungi Museum Radya Pustaka dan Museum Batik Kuno Danarhadi.

”Orangtua harus bergiat mengajak anaknya mengunjungi museum. Selama ini kita hanya bisa bercerita kepada anak-anak. Kalau kita bawa mereka ke museum, bisa tunjukkan, ini lho buktinya, seperti topi raja yang ternyata dipengaruhi Arab dan Eropa. Museum harus kita rawat dan perkenalkan kepada anak- anak,” kata Iwan di sela-sela ”Jelajah Budaya Bersama Iwan Fals”.

Sehari sebelumnya, ia menggelar konser gratis di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Surakarta dan menanam pohon-pohon langka bersama Wali Kota Solo Joko Widodo di Taman Balekambang.

Menurut pria bernama lengkap Virgiawan Listanto ini, sejak manajemen musiknya dipegang keluarga, mereka sepakat untuk mengangkat isu tentang kebudayaan dan lingkungan dalam album-album musiknya, seperti album terbarunya, Keseimbangan.

”Album Keseimbangan berisi kerinduan saya terhadap alam yang lebih sehat serta manusia yang lebih beradab dan bertanggung jawab,” kata Iwan.

KEJAKSAAN AGUNG AKAN PERIKSA NURDIN HALID

RADAR JAMBI:TONI.S



KASUS PERSISAM
Kejagung Siap Periksa Nurdin Halid

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima ciuman tangan dari Ketua PSSI Nurdin Halid usai kemenangan tim nasional Indonesia atas Filipina di Stadion Gelora Bung Karno, senayan Jakarta. Minggu malam (19/12/2010).

Kejaksaan Agung siap jika diminta memeriksa Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, Nurdin Halid terkait dugaan kasus korupsi dana bantuan sosial Persisam Putra Samarinda. Demikian disampaikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, M Amari di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (11/2/2011). "Ya kalau ada perkara dari daerah dilempar ke sini, ya siapa lagi kalau bukan kita, ya dong," katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Samarinda menyatakan akan memeriksa Nurdin Halid dan sejumla petinggi PSSI induk lainnya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Noor Rachmat, Kamis (9/2/2011) mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut dapat saja dilakukan di Kejaksaan Agung, Jakarta, tidak hanya di Samarinda.

Kendati demikian, Amari menyampaikan bahwa pihak Kejaksaan Agung belum menerima permintaan dari Kejari Samarinda untuk memeriksa Nurdin di Jakarta. "Belum, belum," katanya.

Adapun Nurdin Halid diduga menerima dana bantuan sosial sebesar Rp 100 juta. Aliran dana yang diduga kepada Nurdin tersebut berawal dari putusan Pengadilan Negeri Samarinda yang memvonis Manajer Umum Persisam Aidil Fitri pada 2 Februari 2011.

Dalam putusan tersebut, Aidil juga diharuskan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 1,78 miliar. Putusan itu juga menyebutkan adanya 35 transaksi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh Aidil. Transaksi tersebut menyebutkan adanya aliran dana ke sejumlah petinggi PSSI.

PSSI: JADI NYA NURDIN HALID AKAN MARAK DENGAN JUDI

RADAR JAMBI:TONI.S





Toisutta Bisa Gelar Kongreslub
Rabu, 23 Februari 2011 | 09:16 WIB

Kadir Halid: Kinerja Komite Verifikasi Sesuai Aturan
Rabu, 23 Februari 2011 | 06:12 WIB

Puluhan massa dari Save Our Soccer (SOS) dan Aliansi Suporter Indonesia (ASI) berunjukrasa di bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (20/2/2011). Mereka menolak hasil verifikasi calon Ketua PSSI, yang hanya meloloskan Nurdin Halid dan Nirwan Bakri sebagai calon ketua. Selain orasi menolak hasil verifikasi, mereka juga melakukan aksi pengumpulan tandatangan pada spanduk sebagai bentuk penolakan


Ketua PSSI Sulsel, Kadir Halid menilai kinerja Komite Pemilihan PSSI mengenai verifikasi bakal calon ketua umum telah sesuai dengan aturan dan petunjuk federasi sepak bola FIFA dan menilai tidak berdasar tudingan sejumlah kalangan yang menyebut komite verifikasi berbuat curang.

"Saya melihat komite pemilihan dalam melakukan verifikasi terhadap bakal calon Ketua Umum PSSI telah sesuai statuta. Kita berharap apa yang telah menjadi keputusan tim verifikasi bisa dihargai," kata Kadir Halid yang juga saudara dari Nurdin Halid.

Anggota DPRD Sulsel asal Golkar itu menambahkan, keputusan tim verifikasi memberikan kesempatan kepada pihak yang kurang puas atas hasil verifikasi calon melakukan banding, juga tak lepas dari aturan yang dimaksud.

Ia menambahkan, keputusan dua kandidat yakni George Toisutta dan Arifin Panigoro, memutuskan mengajukan banding setelah dinyatakan tidak lolos oleh tim verifikasi, dinilai tepat karena memang memiliki hak.

"Keputusan mengajukan banding memang sudah menjadi hak calon yang merasa kurang puas. Namun kita berharap agar seluruh pihak bisa menerima apapun yang diputuskan komisi banding nanti," katanya.

Sementara itu, puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Pecinta Sepakbola Makassar (Acikola) berunjuk rasa menuntut tim verifikasi untuk meninjau ulang keputusannya tak meloloskan George Toisutta dan Arifin Panigoro sebagai kandidat calon Ketum PSSI periode 2011-2015.

Pengunjuk rasa yang terdiri dari para pencinta sepak bola Makassar itu juga meminta agar Nurdin Halid mundur dari jabatannya serta tidak lagi mencalonkan diri para kongres PSSI 26 Mei mendatang.

Pendemo juga mengancam jika tim verifikasi tetap menolak banding Toisutta dan Arifin Panogoro masuk sebagai kandidat, maka pihaknya berjanji menurunkan massa yang lebih besar.
Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI George Toisutta memeriksa pasukan saat upacara serah terima jabatan Pangdam Jaya di Markas Kodam Jaya, Jakarta, Selasa (29/6/2010).

Pengamat sepak bola Edi Elison berpendapat, George Toisutta dapat menggelar Kongres Luar Biasa (Kongreslub) PSSI jika usahanya melakukan banding terhadap hasil verifikasi Komite Pemilihan Anggota Eksekutif PSSI Periode PSSI 2011-2015 dijegal. Sebab, menurutnya, Toisutta sudah memenuhi persyaratan untuk melakukan Kongreslub.

Edi mengungkapkan, Toisutta mendapatkan 61 suara dukungan. Jumlah dukungan tersebut, kata Edi, telah melebihi persyaratan menggelar Kongreslub yang terdapat dalam Statuta FIFA Pasal 22 ayat 4. Pasal tersebut menyatakan, Komite Eksekutif harus menyelenggarakan Kongreslub apabila seperlima dari anggota mengajukan permohonan secara tertulis.

"Keinginan ini harus tertulis di dalam agenda. Kongres harus digelar tiga bulan sejak diterima permohonan. Kongreslub dapat digelar karena PSSI selama ini telah memelintir anggaran dasarnya tanpa melalui Kongres. Jadi bila Toisutta dijegal di Komite Banding berarti bisa dilaksanakan Kongreslub," jelas Edi saat dihubungi wartawan, Selasa (22/2/2011).

Terkait hasil verifikasi, Edi yang pernah menjabat sebagai pengurus PSSI mengatakan, organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu terlalu mendewakan statuta FIFA sehingga mengesampingkan peraturan-peraturan lain seperti yang dibeberkan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng beberapa waktu lalu.

"PSSI selama ini seperti kerbau yang ditusuk hidungnya oleh FIFA. Padahal, Menpora mengatakan, selama masih ada I di dalam PSSI, mereka juga harus menghargai undang-undang di negara ini," tegas Edi.

Selain Toisutta, Arifin panigoro juga gugur dalam proses verfikasi. Melalui kuasa hukum Harjon Sinaga dan Rofiq Sungkar, keduanya telah memasukkan berkas banding kepada PSSI pada Selasa kemarin. Selain menyampaikan keberatannya terhadap hasil verifikasi, Harjon meminta Komite Banding mendiskualifikasi Nurdin Halid yang lolos sebagai kandidat Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.

"Kami meminta Nurdin sebagai terpidana kasus korupsi didiskualifikasi sebagai calon Ketua Umum PSSI. Sebab, berdasarkan aturan Statuta FIFA dan Statuta PSSI, jelas bahwa orang yang dinyatakan pidana tidak bisa menjadi anggota Komite Eksekutif," papar Harijon kepada wartawan Selasa sore.


PSSI Tandingan Siap Dibentuk di Jatim
Rabu, 23 Februari 2011 | 09:33 WIB

Puluhan massa dari Save Our Soccer (SOS) dan Aliansi Suporter Indonesia (ASI) berunjukrasa di bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (20/2/2011). Mereka menolak hasil verifikasi calon Ketua PSSI, yang hanya meloloskan Nurdin Halid dan Nirwan Bakri sebagai calon ketua. Selain orasi menolak hasil verifikasi, mereka juga melakukan aksi pengumpulan tandatangan pada spanduk sebagai bentuk penolakan

Wakil Ketua Umum KONI Jawa Timur, La Nyalla Machmud Mattalitti, membuktikan ancamannya untuk melawan PSSI pimpinan Ketua Umum Nurdin Halid. KONI Jatim akan merealisasikan pembentukan organisasi PSSI tandingan pada Rabu (23/2/2011).

"Deklarasi PSSI tandingan akan dilakukan di kantor PSSI Jatim di Surabaya pada Rabu. Ini salah satu bentuk perlawanan dan kekecewaan kami terhadap Nurdin Halid yang tidak mau mundur dari PSSI," kata La Nyalla kepada wartawan di Surabaya, Selasa (22/2/2011).

Ia mengatakan, pembentukan PSSI tandingan yang dipelopori Jatim tersebut diharapkan menjadi awal dari gerakan perubahan dan revolusi di tubuh PSSI agar menjadi lebih baik dari sekarang. "Jatim ini salah satu barometer sepak bola nasional dan kami siap menjadi pelopor gerakan revolusi PSSI," kata Nyalla.

Sebelumnya, Nyalla telah menyatakan kekecewaannya terhadap hasil verifikasi Komite Pemilihan bentukan PSSI yang meloloskan Nurdin Halid sebagai salah satu bakal calon ketua umum pada Kongres PSSI di Bali, 26 Maret 2011. Adapun nama George Toisutta dan Arifin Panigoro, yang diusulkan sejumlah pengurus provinsi PSSI, justru tidak lolos verifikasi dengan alasan yang dianggap mengada-ada.

"Nurdin Halid sangat tidak layak untuk dicalonkan, apalagi dia mantan narapidana, yang menurut aturan seharusnya dilarang memimpin organisasi olahraga," tegas Nyalla.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Jatim itu menegaskan, organisasi PSSI tandingan akan terus dijalankan, selama George Toisutta maupun Arifin Panigoro ditolak masuk dalam bursa calon ketua umum PSSI dan Nurdin Halid tidak digugurkan dari pencalonan.

Sementara itu, puluhan suporter dan massa yang tergabung dalam Masyarakat Pencinta Bola (MPB) Jatim kembali melanjutkan aksi demo di depan kantor PSSI Jatim di Surabaya untuk menolak Nurdin Halid. Selain menuntut Nurdin Halid mundur, para pendemo juga menyegel kantor PSSI Jatim sebagai bentuk kekesalan dan kekecewaan terhadap PSSI.


Meluas, Unjuk Rasa Menolak Nurdin Halid
Rabu, 23 Februari 2011 | 04:21 WIB

Aktivis dari Komunitas Pencinta Bola Semarang menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (22/2). Mereka menuntut Nurdin Halid, yang dianggap gagal mengangkat prestasi sepak bola Indonesia, mundur dari kepengurusan PSSI.


Gelombang unjuk rasa menuntut reformasi PSSI serta mundurnya Ketua Umum PSSI Nurdin Halid merebak dan meluas di berbagai daerah di Tanah Air, Selasa (22/2). Unjuk rasa itu terjadi mulai dari Banda Aceh, Semarang, Salatiga, Solo, Pontianak, dan juga di kantor PSSI, Jakarta.

Di Banda Aceh, puluhan massa dari Masyarakat Aceh Pencinta Sepak Bola berunjuk rasa mendesak agar Nurdin Halid dan kroninya mundur dari jabatannya di PSSI serta menuntut reformasi di tubuh PSSI.

Massa juga menolak pencalonan Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI 2011-2015. Mereka mendesak agar Pengprov PSSI Aceh, yang memiliki suara dalam kongres PSSI, mencabut dukungan kepada Nurdin.

Di Semarang, gelombang protes datang dari masyarakat pencinta sepak bola Kota Semarang dan Kota Salatiga, Jawa Tengah. Proses seleksi ketua umum PSSI dinilai sarat kepentingan.

”Kami ingin ada fair play dalam proses pemilihan ketua PSSI. Jangan ada ganjal-mengganjal seperti ini. Sudah jelas-jelas terjadi kecurangan, masyarakat tak dapat dibohongi,” ujar Sunarto Aryo Yudonegoro, koordinator aksi Masyarakat Peduli PSSI, di Kota Salatiga. ”Kami muak, marah, dan menyatakan mosi tidak percaya kepada Nurdin Halid untuk kembali memimpin PSSI,” ujar Ardiansyah, koordinator Komunitas Pencinta Bola Jateng.

Di Solo, suporter Jawa Tengah-DI Yogyakarta mendesak agar semua calon yang mendaftarkan diri sebagai ketua umum PSSI bisa diakomodasi. Kantor berita Antara melaporkan, puluhan suporter berunjuk rasa di Tugu Digulis Universitas Tanjungpura, Pontianak, Selasa, menolak pencalonan Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI periode 2011-2015.

Di Jakarta, unjuk rasa berpusat di kantor PSSI, kompleks Gelora Bung Karno, Senayan. Massa datang dari Bojonegoro, Semarang, dan Yogyakarta, dengan mencarter sekitar 15 bus. Selain berorasi dan meneriakkan yel-yel agar Nurdin mundur, mereka juga membentang spanduk. Di pagar kantor PSSI, spanduk itu berbunyi ”Revolusi PSSI”, Nurdin Melanggar Statuta PSSI”, dan ”PSSI bukan kerajaan milik Nurdin & kroninya”.

Unjuk rasa di kantor PSSI juga dihadiri musisi grup musik ”Slank”, Ridho. ”Saya berdemo tidak untuk memihak siapa-siapa. Saya datang demi perubahan sepak bola yang lebih baik.”

Anggota ”Save Our Soccer”, Apung Widadi, di gedung KPK mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menjadikan Nurdin Halid sebagai tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004. KPK juga diminta untuk melakukan supervisi terkait kasus korupsi APBD di Samarinda yang diduga ikut melibatkan Nurdin.

Toisutta-Arifin banding

Pada Selasa kemarin, pengacara George Toisutta dan Arifin Panigoro, yang tidak diloloskan Komite Pemilihan, menyerahkan nota banding ke kantor PSSI. Harjon Sinaga, pengacara keduanya, menyebutkan, berkas banding kliennya diterima anggota staf PSSI, Idrus.

”Kami meminta Komite Banding meloloskan klien kami dalam pencalonan ketua umum PSSI,” kata Harjon. ”Aktif di lingkungan sepak bola, sesuai Statuta FIFA, tidak harus di lingkungan PSSI saja, tetapi di luar lingkungan PSSI juga bisa.”

Di Bogor, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng kembali menegaskan, peringatan dan koreksi yang dilayangkan pemerintah kepada PSSI harus dijalankan. Jika PSSI tidak menindaklanjuti, pemerintah akan mengambil tindakan sesuai dengan kewenangan yang diatur dalam undang-undang.


Seharusnya Nurdin Didiskualifikasi
Selasa, 22 Februari 2011 | 18:15 WIB

Puluhan massa Aliansi Aceh Anti Nurdin (Alaidin) dan Masyakat Aceh Pecinta Sepakbola melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (22/2). Mereka menuntut reformasi total dalam tubuh PSSI serta mendesak PSSI Aceh mencabut dukungan terhadap pencalonan Nurdin Halid.

Selain mengajukan banding, Harjon Sinaga, sebagai kuasa hukum Arifin Panigoro-George Toisutta, mendesak Komite Banding untuk mendiskualifikasikan Nurdin Halid sebagai kandidat Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.

"Kami meminta Nurdin Halid sebagai terpidana kasus korupsi didiskualifikasi sebagai calon ketua umum PSSI. Sebab, berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku, Statuta FIFA dan Statuta PSSI, jelas bahwa orang yang dinyatakan pidana tidak bisa dipilih menjadi Komite Eksekutif," papar Harjon Sinaga, seusai mengajukan materi banding kepada Komite Banding di Kantor PSSI, Selasa (22/2/2011) sore.

Harjon juga mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan banding atas tidak lolosnya Arifin dan Toisutta sebagai kandidat ketua umum PSSI periode 2011-2015.

"Secara resmi, kami telah mengajukan keberatan terhadap surat keputusan dari Komite Pemilihan PSSI. Kami meminta dalam permohonan tersebut agar Arifin dan Toisutta dinyatakan lolos," tutur Harjon.

Arifin dan Toisutta dinyatakan tidak lolos verifikasi yang diumumkan oleh Komite Pemilihan pada akhir pekan lalu. Arifin dicoret karena keterlibatannya di dalam Liga Primer Indonesia (LPI) yang dianggap ilegal oleh PSSI. Selain itu, Arifin tidak memenuhi persyaratan aktif dalam sepak bola selama lima tahun.

Sementara Toisutta gagal lolos karena tidak memenuhi persyaratan lima tahun aktif. Harjon mempertanyakan keputusan itu.

"Yang jadi masalah adalah aktif selama lima tahun yang ditafsirkan secara sempit. Di Statuta FIFA tidak menyebutkan hal itu. Harus lima tahun tidak benar," ujar Harjon.

"Sementara keterlibatan di LPI itukan gerakan yang memajukan olahraga. Terbukti masyarakat antusias menyambut kompetisi tersebut. Seharusnya hal itu tidak masalah," katanya.

Lebih lanjut, Harjon mengaku berharap agar Komite Banding bisa memberikan keputusannya sebelum kongres pemilihan digelar 26 Maret mendatang. "Kami berharap Komite Banding memberi keputusannya sebelum kongres," ucap Harjon.


Inilah Peraturan yang Bisa Jegal Nurdin
Senin, 21 Februari 2011 | 17:33 WIB

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.

Langkah Nurdin Halid sebagai kandidat ketua umum PSSI periode 2011-2015 kemungkinan besar bakal terganjal. Pasalnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng meminta Komite Pemilihan meninjau kembali hasil verifikasi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Komite Pemilihan hanya meloloskan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie. Tak ayal, keputusan Komite Pemilihan meloloskan Nurdin menuai reaksi. Sejumlah kalangan menilai Nurdin tidak layak lolos sebagai kandidat karena pria asal Makassar itu pernah menjadi terpidana selama dua tahun dalam kasus korupsi dana pendistribusian minyak goreng Bulog Rp 169,71 milar tahun 2007.

Mengacu Stuta FIFA Pasal 32 Ayat (4) tertulis, "The members of the Executive Comittee...must not have been previously found guilty of criminal offence." Artinya, anggota Komite Eksekutif tidak boleh pernah dinyatakan bersalah atas tindakan kriminal.

Dalam jumpa pers di Kantor Menpora, Senin (21/2/2011), Andi menjelaskan, selain dalam Statuta FIFA, Pasal 68 (b) AFC Diciplinary Code dan Peraturan Pemerintah No 16/2007 Pasal 123 Ayat (2) menyebutkan bahwa ketua umum induk organisasi cabang olahraga tidak boleh tersangkut pidana. Pasal 68 (b) AFC Diciplinary Code tertulis, "... ensure that no-one is involved in the management of clubs or the Member Association itself who is under prosecution for action unworthy of such a position (especially doping, corruption, forgery, etc.) or who has been convicted of a criminal offence in the past five years", yang dalam terjemahan bahasa Indonesianya adalah "... memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang terkait dengan manajemen dari klub atau Anggota Asosiasi tersebut yang berada dalam penuntutan terkait kasus (doping, korupsi, dan penipuan, dll) atau pernah dinyatakan bersalah di dalam tindak pidana dalam lima tahun terakhir."

Sementara UU-SKN Jo. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Pasal 123 Ayat (2) menyebutkan bahwa "Dalam hal ketua umum induk organisasi cabang olahraga atau induk organisasi olahraga fungsional berhalangan tetap dan/atau menjalani pidana penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, ketua umum induk organisasi wajib diganti melalui forum tertinggi organisasi sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga."

"PSSI telah nyata-nyata tidak menjalankan ketentuan tersebut. Karena itu, dengan ini pemerintah mengingatkan agar dalam kongres empat tahunan PSSI ini ketentuan ini dilaksanakan dengan meninjau ulang ketentuan tentang persyaratan dan penetapan calon ketua umum PSSI. Kami mendesak PSSI segera melakukan koreksi-koreksi dalam penyelenggaraan kongres empat tahunan ini sesuai dengan catatan-catatan yang telah disampaikan, sehingga kongres empat tahunan PSSI yang akan datang benar-benar dilaksanakan sesuai dengan semangat dan rekomendasi KSN, peraturan perundang-undangan, serta ketentuan organisasi olahraga yang berlaku," paparnya.

"Catatan-catatan ini merupakan peringatan kepada PSSI untuk ditindaklanjuti. Bagaimanapun PSSI tetaplah entitas olahraga Indonesia. Selama masih ada huruf I pada PSSI (Indonesia), maka PSSI juga tunduk pada peraturan perundang-undangan serta ketentuan organisasi olahraga yang berlaku di negeri ini," tutur Andi.


PSSI Lebih Baik Diskors daripada Dipimpin Nurdin
Minggu, 20 Februari 2011 | 14:53 WIB

Puluhan suporter sepakbola yang tergabung dalam Aliansi Suporter Indonesia dan Save Our Soccer, berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (20/2/2011). Aksi ini merupakan bentuk protes atas lolosnya kembalinya Nurdin Halid sebagai kandidat Ketua Umum PSSI bersama dengan Nirwan Bakrie. Nurdin dan Nirwan berhasil lolos verifikasi dan menyingkirkan George Toisutta dan Arifin Panigoro yang juga sempat menjadi kandidat.

Para aktivis peduli sepak bola Indonesia meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan aparat penegak hukum melakukan intervensi terkait dengan pergantian pucuk pimpinan PSSI yang dinilai tidak transparan. Terganjalnya dua calon ketua umum PSSI non-petahana, Jenderal TNI George Toisutta dan Arifin Panigoro, diduga hanyalah permainan politik di internal PSSI.

Dua calon lainnya, Nurdin Halid, Ketua Umum PSSI periode 2007-2011, dan Nirwan Bakrie, Wakil Ketua Umum PSSI 2007-2011, telah mengantongi "tiket" untuk maju ke ajang perebutan Ketua Umum PSSI 2011-2015.

Tindakan intervensi pemerintah sebenarnya dapat berujung pada sanksi skors. Namun, menurut aktivis peduli sepak bola Indonesia, hal tersebut tak separah jika PSSI kembali dipimpin Nurdin. "Lebih baik PSSI diskors dua tahun oleh FIFA karena ada intervensi pemerintah daripada PSSI dipimpin Nurdin," kata Kapten Aliansi Suporter Indonesia Djundan Hidayat pada aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (20/2/2011).

Intervensi yang dimaksud adalah memanggil jajaran Komite Pemilihan Ketua Umum PSSI dan mempertanyakan transparansi pemilihan. Jika diperlukan, Menteri Pemuda dan Olahraga pun diminta tak ragu mencopot Nurdin sebagai ketua umum. "Selama masa skors, kita bisa memperbaiki organisasi sepak bola Indonesia," katanya.

Skors bukanlah sesuatu keadaan yang sungguh memalukan. Nigeria, yang sempat diskors akibat adanya intervensi pemerintah tetap dapat melaju ke Piala Dunia.

Seperti diberitakan, Komite Pemilihan meloloskan Nirwan Dermawan Bakrie dan Nurdin Halid sebagai calon ketua umum PSSI periode 2011-2015, tetapi mengganjal George Toisutta dan Arifin Panigoro. Sementara itu, calon wakil ketua umum yang lolos adalah Nirwan Dermawan Bakrie, Nurdin Halid, Bob Hippy, dan Ibnu Munzir. Untuk calon anggota komite eksekutif, 25 orang lolos dan empat lainnya gagal.

Ketua Komite Pemilihan Syarif Bastaman tidak bersedia menyebutkan alasan tidak meloloskan Arifin dan Toisutta. Tim tidak akan memublikasikan alasan karena menyangkut personal bakal calon. ”Alasan (tidak lolos) semuanya akan tertuang di dalam SK (surat keputusan). SK itu bersifat pribadi dan rahasia, kecuali yang bersangkutan akan menyebarluaskannya,” tutur Bastaman.

Berdasarkan SK itu pula, lanjut Bastaman, bakal calon yang tidak lolos dan merasa dirugikan bisa menempuh mekanisme banding. Masa banding tiga hari terhitung sejak 19 Februari. SK dibuat oleh sekretariat tim dan akan dikirimkan kepada pihak-pihak yang bersangkutan. Bastaman menjamin pada Sabtu malam SK itu sudah diterima oleh pihak yang bersangkutan.


"Dosa-dosa Nurdin Halid" Dijual Asongan
Selasa, 22 Februari 2011 | 13:21 WIB

Karena toko buku besar tidak mau memasarkan....

Buku "Dosa-Dosa Nurdin Halid" yang diluncurkan salah satu penerbit buku di Yogyakarta, Galang Press, dijual secara asongan di kawasan Tugu Yogyakarta karena toko buku besar tidak mau menjualnya.

"Ada salah satu toko buku besar yang enggan menjualnya dengan alasan yang tidak kami tahu, sehingga kami memutuskan untuk menjual buku ini secara asongan dan di beberapa toko buku kecil," kata Direktur Galang Press Julius Felicianus di sela-sela penjualan buku tersebut di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, buku tersebut merupakan buku yang cukup penting untuk memberikan referensi mengenai sepak terjang Nurdin Halid selama memimpin organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia, yakni Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). "Di dalam buku ini, masyarakat akan mengetahui informasi mengenai kasus-kasus yang melibatkan Nurdin Halid, dan mengapa Nurdin Halid menjadi penyebab gagalnya sepak bola di Indonesia," katanya.

Berjualan secara asongan tersebut tidak hanya dilakukan di Yogyakarta, tetapi juga di sejumlah kota lain seperti Jakarta, Semarang, Malang, dan Surabaya. "Saat ini, kami sudah masuk ke cetakan kedua dengan total buku mencapai 7.500 eksemplar," katanya.

Di Yogyakarta, jumlah buku yang dijual secara asongan tersebut berjumlah 50 eksemplar dengan harga jual Rp 50.000 per buku, sementara harga jual di toko buku adalah Rp 60.000 belum termasuk diskon.

Ia berharap, melalui buku tersebut, sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa bisa terus berkembang dengan baik dan menghasilkan prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia. "Kami akan menjual buku ini secara asongan hingga Kongres PSSI digelar mendatang," katanya.

Sejumlah karyawan di penerbitan buku tersebut terlibat dalam penjualan buku secara asongan serta tampak adanya keterlibatan dari seniman badut Yogyakarta, Tedjo Badut.


Nurdin Bisa Berkelit dari Status Mantan Napi?

Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid.

Nurdin Halid kemungkinan besar tidak akan terganjal status mantan narapidana untuk maju sebagai calon ketua umum PSSI periode 2011-2015. Status itu sudah masuk hak rehabilitasi sehingga tidak melanggar Statuta PSSI.

Sementara itu, terdapat empat bakal calon ketua umum (balon ketum) pada periode mendatang. Mereka adalah Nurdin Halid, George Toisutta, Nirwan Bakrie, dan Arifin Panigoro. Dari empat balon ketum itu, Nurdin, yang pernah menjadi terpidana selama 2 tahun dalam kasus korupsi dana pendistribusian minyak goreng Bulog Rp 169,71 miliar tahun 2007, tidak bisa lolos sebagai calon ketua umum bila mengacu Statuta FIFA Pasal 32 Ayat 4.

Dalam pasal tersebut tertulis, "The members of the Executive Committee... must not have been previously found guilty of a criminal offence." Artinya, anggota Komite Eksekutif tidak boleh pernah dinyatakan bersalah atas tindakan kriminal.

Pada Statuta PSSI Pasal 35 Ayat 4, ketentuan itu melenceng. Di situ tertulis, "Anggota Komite Eksekutif... harus tidak sedang dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal pada saat kongres serta berdomisili di wilayah Indonesia."

Namun, Ketua Komite Pemilihan Syarif Bastaman seolah tidak mempermasalahkan status Nurdin yang merupakan mantan narapidana.

"Pertama, saya yang juga anggota Komite Legal AFC (Federasi Sepak bola Asia) harus mempertanggungjawabkan proses ini kepada AFC. Jadi, harus selektif dalam melakukan verifikasi. Penegakan aturan harus dijaga sebaik-baiknya. Kedua, kita juga tidak boleh melakukan keputusan yang merugikan hak konstitusional orang," urai Syarif kepada wartawan di kantor PSSI, Jumat (18/2/2011) malam.

"Pasal 35 Ayat 4, clear and clear, dan kita bikin turunan dari definisi itu. Komite Eksekutif, ketua umum, dan wakil ketua umum adalah posisi puncak di asosiasi. Posisi puncak di anggota FIFA. Anggota FIFA adalah konfederasi, dan salah satunya, PSSI. Karena ini posisi puncak, harus selektif betul. Soal pengalaman, soal cacat hukum, saya kira itu harus selektif," tambahnya.

"Pasal 35 Ayat 4 sudah disetujui FIFA. Kalau dinyatakan bersalah oleh pengadilan saat ini ya tidak bisa. Kalau yang sudah pernah, saya kira itu prinsip hukum. Orang yang sudah menjalani hukuman akibat tindakan pidana sudah masuk hak rehabilitasi. Kalau saya pernah nempeleng orang dan dipidana tahun lalu dan saya sudah menjalani hukuman itu, hak saya hari ini pulih. Jadi, sudah pulih hak sipil untuk dipilih dan memilih," beber Syarif.

Lebih lanjut, Syarif menjelaskan, hasil verifikasi terhadap balon anggota Komite Eksekutif telah rampung. "Mengenai verifikasi, itu sudah hampir final, sudah memasuki tahap akhir dan besok (hari ini) sudah bisa diumumkan," tutupnya.


PEMILIHAN KETUM PSSI
PSSI di Titik Nadir...

Puluhan suporter sepakbola yang tergabung dalam Aliansi Suporter Indonesia dan Save Our Soccer, berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (20/2/2011). Aksi ini merupakan bentuk protes atas lolosnya kembalinya Nurdin Halid sebagai kandidat Ketua Umum PSSI bersama dengan Nirwan Bakrie. Nurdin dan Nirwan berhasil lolos verifikasi dan menyingkirkan George Toisutta dan Arifin Panigoro yang juga sempat menjadi kandidat.

Melenggangnya Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie pada ajang perebutan kursi pimpinan PSSI 2011-2015 berpotensi membuat PSSI berada di titik nadir. Selama dua periode menakhodai PSSI, Nurdin dikatakan gagal mengembangkan olahraga sepak bola di Indonesia.

"Sepak bola Indonesia saat ini sedang berada di titik nadir. Ke depan, masih dimungkinkan mafia sepak bola akan tetap merajalela, seperti korupsi, pengaturan skor, pungli, dan lainnya," kata aktivis Save Our Soccer Apung Widadi ketika melakukan aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (20/2/2011).

"Selama delapan tahun kepemimpinan Nurdin Halid, kita tak pernah disuguhi pertandingan yang sportif," ujar Kapten Aliansi Suporter Indonesia Djundan Hidayat.

Demi masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik, Save Our Soccer dan Aliansi Supporter Indonesia meminta kepolisian memeriksa Tim Seleksi dan Tim Verifikasi pemilihan Ketua PSSI. Tim tersebut dikatakan tak independen dan bagian dari rezim PSSI.

Seperti diwartakan, dua calon ketua PSSI, Jenderal TNI George Toisutta dan Arifin Panigoro, dinyatakan tak lolos verifikasi. Komite Pemilihan tak menyebutkan alasan mengapa keduanya tak lolos verifikasi.

"Alasan (tidak lolos) semuanya akan tertuang di dalam SK (surat keputusan). SK itu bersifat pribadi dan rahasia, kecuali yang bersangkutan akan menyebarluaskannya," ujar Ketua Komite Pemilihan Syarif Bastaman.

Selasa, 22 Februari 2011

PKS MULAI KHAWATIR KENA RESHUFFLE

RADAR JAMBI:TONI.S
 

Anis Matta dan Marzuki Alie

PKS, yang juga salah satu partai koalisi pemerintah, tak sejalan dengan Demokrat.
Selasa, 22 Februari 2011, 22:40 WIB

Anis Matta dan Marzuki Alie

DPR melalui sidang paripurna memutuskan menolak Hak Angket Mafia Pajak. Bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), hasil akhir ini tidak menjadi masalah.

"Saya kira pada akhirya itu memang menjadi pilihan individu. Bagi kami itu pertanggungjawaban pada publik," kata Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta usai sidang paripurna di gedung DPR, Jakarta, Selasa 22 Februari 2011.

Menurut Anis, PKS akan tetap mendorong pembongkaran mafia pajak di DPR. Ada berbagai cara, seperti misalnya melalui panitia kerja di komisi-.

"Kami akan tetap dorong mafia pajak ini diselesaikan lewat Panja-panja itu," ujar Anis yang juga Wakil Ketua DPR ini.

PKS, yang juga salah satu partai koalisi pemerintah, tidak sejalan dengan Demokrat. Sementara, Sekretaris koalisi Sekretariat Gabungan Syarief Hasan turut hadir di DPR di menit-menit terakhir.

Apakah kehadiran Syarief Hasan menandakan evaluasi? Apakah akan ada perombakan atau reshuffle kabinet. "Kami tidak khawatir dengan itu. Sebab ini proses demokrasi," ujar Anis.

Seperti diketahui, dari 530 anggota DPR yang hadir, sebanyak 264 menerima usulan Hak Angket Pajak. Sementara, sebanyak 266 orang menolak Hak Angket Pajak.

Berikut posisi terakhir dukungan Angket Pajak:
1. Demokrat: Jumlah 145 orang, semua menolak
2. Golkar: Jumlah 106 orang, semua menerima
3. PDIP: Jumlah 84, semua menerima
4. PKS: Jumlah 56 orang, semua menerima
5. PAN: Jumlah 43 orang, semua menolak
6. PPP: Jumlah 26 orang, semua menolak
7. PKB: Jumlah 28 orang, 26 menolak, 2 menerima
8. Gerindra: Jumlah 26 orang, semua menolak
9. Hanura: Jumlah 16 orang, semua menerima

Puan: Jangan Salahkan Kami Tak Full Team
"Apa yang kami lakukan sudah maksimal," kata Puan Maharani.
Selasa, 22 Februari 2011, 22:34 WIB

Puan Maharani

Hak Angket Mafia Pajak kandas di Senayan. Bagi PDI Perjuangan, persoalan menang atau kalah itu adalah hal yang biasa. Ada hal lain yang lebih penting dari itu.

"Tidak ada teman yang abadi di politik, silakan saja, kami menghormati pilihan," kata salah satu Ketua DPP PDIP Puan Maharani di gedung DPR, Jakarta, Selasa 22 Februari 2011.

Menurut Puan, voting penentuan Hak Angket Pajak ini sudah dilakukan secara terbuka. Putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini menekankan, komposisi PDIP yang tidak full team jangan dipermasalahkan. Jumlah Fraksi PDIP di DPR sebanyak 94 orang, tetapi yang tak hadir ada 10 orang.

"Buat kami jangan salahkan yang tidak full team. Tapi suara yang biasa ikut kami, pindah ke tempat lain kan," ujar Puan. Kendati demikian, Puan menegaskan PDIP akan terus berjuang di Komisi III dan XI untuk membongkar mafia pajak.

"Apa yang kami lakukan sudah lakukan maksimal. Apa yang kami lakukan konsisten hasil rakornas di Batam kemarin," ujar Puan.

Dari 530 anggota DPR yang hadir, sebanyak 264 menerima usulan Hak Angket Pajak. Sementara, sebanyak 266 orang menolak Hak Angket Pajak.

Berikut posisi terakhir dukungan Angket Pajak:
1. Demokrat: Jumlah 145 orang, semua menolak
2. Golkar: Jumlah 106 orang, semua menerima
3. PDIP: Jumlah 84, semua menerima
4. PKS: Jumlah 56 orang, semua menerima
5. PAN: Jumlah 43 orang, semua menolak
6. PPP: Jumlah 26 orang, semua menolak
7. PKB: Jumlah 28 orang, 26 menolak, 2 menerima
8. Gerindra: Jumlah 26 orang, semua menolak
9. Hanura: Jumlah 16 orang, semua menerima

Lily Wahid dan Gus Choi 'Membelot'
Sontak saja aksi dua politisi PKB ini mengundang keriuhan di tengah paripurna.
Selasa, 22 Februari 2011, 21:57 WIB

Lily Wahid (PKB), Akbar Faizal (Hanura), Bambang Soesatyo (Golkar)

Politisi Fraksi Kebangkitan Bangsa Lily Wahid kembali menjadi pusat perhatian di tengah sidang paripurna. Adik kandung mantan Presiden Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur kembali berbeda suara dengan fraksi dalam penentuan Hak Angket Pajak.

Saat ini giliran Fraksi Kebangkitan Bangsa yang melakukan voting terbuka menerima atau menolak Angket Pajak di gedung DPR, Jakarta, Selasa 22 Februari 2011.

Jumlah anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa yang hadir adalah 28 orang. Dari total jumlah itu, ada dua orang yang suaranya 'membelot', dan mendukung lolosnya Angket Pajak. Dua orang itu yakni, Lily Wahid dan Effendi Choirie atau Gus Choi.

Sontak saja aksi dua politisi PKB ini mengundang keriuhan di tengah paripurna. Alasannya, PKB adalah salah satu partai koalisi yang dikenal solid dengan Demokrat. "Ini kemenangan moral," celetuk anggota DPR lainnya.

Kendati demikian, Gus Choi dan Lily Wahid harus gigit jari. Karena, hasil akhir voting memutuskan Hak Angket Mafia Pajak gagal lolos di Senayan.

Dari 530 anggota DPR yang hadir, sebanyak 264 menerima usulan Hak Angket Pajak. Sementara, sebanyak 266 orang menolak Hak Angket Pajak.

Berikut posisi terakhir dukungan Angket Pajak:
1. Demokrat: Jumlah 145 orang, semua menolak
2. Golkar: Jumlah 106 orang, semua menerima
3. PDIP: Jumlah 84, semua menerima
4. PKS: Jumlah 56 orang, semua menerima
5. PAN: Jumlah 43 orang, semua menolak
6. PPP: Jumlah 26 orang, semua menolak
7. PKB: Jumlah 28 orang, 26 menolak, 2 menerima
8. Gerindra: Jumlah 26 orang, semua menolak
9. Hanura: Jumlah 16 orang, semua menerima

ANGKET PAJAK: PRABOWO SIAP JADI PUTRA MAHKOTA

RADAR JAMBI:TONI.S

  a Gerindra: Tak Ada Pertemuan SBY dan Prabowo
Salah satu alasan Gerindra menolak Hak Angket Pajak adalah pengalaman di kasus Century.
Selasa, 22 Februari 2011, 23:05 WIB

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto

Keputusan Gerindra yang akhirnya menolak Hak Angket Pajak, yang berbeda sikap dengan PDI Perjuangan, cukup mengejutkan. Meski sinyal penolakan sudah ditunjukkan, Gerindra membantah ada pertemuan antara Prabowo Subianto dengan SBY.

"Tidak ada pertemuan antara SBY dan Pak Prabowo. Tidak ada pembicaraan, tidak ada tawaran menteri," kata Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, usai sidang di gedung DPR, Jakarta, Selasa 22 Februari 2011.

Apakah Gerindra akan berkoalisi dengan Demokrat? "Saya tidak akan mengatakan seperti itu, yang jelas sampai keputusan ini diambil, tidak ada pembicaraan antara Pak Prabowo dan SBY. Tidak ada pertemuan juga, karena Pak Prabowo sekarang juga sedang berada di luar negeri".

Menurut Muzani, salah satu alasan Gerindra menolak Hak Angket Pajak adalah pengalaman di kasus Century. Dalam Pansus Angket Bank Century, menurut Muzani, lebih menonjol aksi-aksi panggung politik. Tidak mengarah substansi.

"Ini adalah perhitungan kami sebagai parpol yang independen, yang mandiri, kami tidak memperhitungkan apapun. Ini pure bagaimana kami berbuat yang terbaik menurut hemat kami," ujar Muzani.

Seperti diketahui, dari 530 anggota DPR yang hadir, sebanyak 264 menerima usulan Hak Angket Pajak. Sementara, sebanyak 266 orang menolak Hak Angket Pajak.

Berikut posisi terakhir dukungan Angket Pajak:
1. Demokrat: Jumlah 145 orang, semua menolak
2. Golkar: Jumlah 106 orang, semua menerima
3. PDIP: Jumlah 84, semua menerima
4. PKS: Jumlah 56 orang, semua menerima
5. PAN: Jumlah 43 orang, semua menolak
6. PPP: Jumlah 26 orang, semua menolak
7. PKB: Jumlah 28 orang, 26 menolak, 2 menerima
8. Gerindra: Jumlah 26 orang, semua menolak
9. Hanura: Jumlah 16 orang, semua menerima

Puan Maharani: Tanya Gerindra!
"Tidak ada teman yang abadi di politik," kata Puan Maharani.
Selasa, 22 Februari 2011, 23:08 WIB

Megawati dan Prabowo saat daftar capres-cawapres

Suara Gerindra bulat menolak Hak Angket Mafia Pajak. Suara Gerindra ini sangat berbeda dengan PDI Perjuangan yang notabene rekan satu perjuangan saat mengusung calon presiden dan wakil presiden, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.

Tapi malam ini di gedung utama DPR, Jakarta, Selasa 22 Februari 2011, suara bulat Gerindra berbeda 180 derajat dengan PDI Perjuangan. Dari total anggota Fraksi Gerindra 26 orang, semua menolak Hak Angket Pajak.

Fraksi PDIP, memang semua mendukung lolosnya Hak Angket Pajak. Tapi sayangnya, dari 94 anggota Fraksi PDI Perjuangan, ada 10 orang anggota Dewan yang tidak hadir. Padahal, bila 10 orang ini juga bersuara bulat mendukung Angket Pajak, hasilnya bisa berbeda.

Karena seperti diketahui, dari 530 anggota DPR yang hadir, sebanyak 264 menerima usulan Hak Angket Pajak. Sementara, sebanyak 266 orang menolak Hak Angket Pajak. Hanya selisih dua suara, Hak Angket Pajak gagal lolos.

"Tidak ada teman yang abadi di politik," kata Puan Maharani, salah satu Ketua DPP PDIP yang juga putri Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, usai sidang paripurna di gedung DPR.

Dengan selisih dua suara, PDIP tidak kecewa tidak hadir full team? Siapakah 10 anggota PDIP yang tidak hadir? "Tanya Gerindra," ujar Puan. Tapi Puan enggan menanggapi lagi pertanyaan berikutnya tentang maksud pernyataannya itu.

Berikut posisi terakhir dukungan Angket Pajak:
1. Demokrat: Jumlah 145 orang, semua menolak
2. Golkar: Jumlah 106 orang, semua menerima
3. PDIP: Jumlah 84, semua menerima
4. PKS: Jumlah 56 orang, semua menerima
5. PAN: Jumlah 43 orang, semua menolak
6. PPP: Jumlah 26 orang, semua menolak
7. PKB: Jumlah 28 orang, 26 menolak, 2 menerima
8. Gerindra: Jumlah 26 orang, semua menolak
9. Hanura: Jumlah 16 orang, semua menerima
Politik
Demokrat: Percuma Koalisi Tapi Tak Sejalan
Sedangkan dua mitra koalisi lainnya, Golkar dan PKS tidak sejalan.
Selasa, 22 Februari 2011, 23:32 WIB

Saan Mustopa

Partai Demokrat kembali menegaskan akan mengevaluasi partai koalisi yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan. Demokrat merasa percuma berkoalisi dengan partai yang terus tidak sejalan.

"Percuma kan kita koalisi tapi nge-batin. Ya kami ikhlaskan," kata Wakil Sekjen Demokrat Saan Mustopa usai sidang paripurna di gedung DPR, Jakarta, Selasa 22 Februari 2011.

Menurut politisi yang juga Sekretaris Fraksi Demokrat ini, Demokrat akan mengevaluasi partai koalisi terkait proses politik yang baru saja berlangsung. Proses politik yang dimaksud yakni penentuan Hak Angket Mafia Pajak di DPR.

Dari partai koalisi, mereka yang bulat sejalan dengan Demokrat yakni, PPP, PAN, dan PKB minus Lily Wahid dan Effendy Choirie. Sedangkan dua mitra koalisi lainnya, Golkar dan PKS tidak sejalan.

"Fraksi akan memberikan laporan resmi. Bukan hanya terkait evaluasi, tapi juga laporan kinerja," ujar Saan.

Hal senada disampaikan Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah. Menurut Jafar, Fraksi Demokrat akan membuat laporan atas proses politik malam ini kepada Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat.


Kalah Dua Suara, Angket Pajak Kandas
Sebanyak 10 anggota Fraksi PDIP tidak hadir di sidang paripurna.
Selasa, 22 Februari 2011, 22:50 WIB

Rapat paripurna DPR

Usulan Hak Angket Mafia Perpajakan batal menjadi agenda Dewan Perwakilan Rakyat. Rapat paripurna DPR yang digelar hingga Selasa 22 Februari 2011 malam memutuskan menolak Angket Mafia Perpajakan.

Kegagalan dewan mengusung Angket Mafia Perpajakan diputuskan dengan voting oleh 530 dari total 560 anggota DPR. Kubu pendukung Angket adalah 264 legislator, kalah tipis dua suara dengan kubu penolak yang berjumlah 266 orang.

"Dengan demikian, usul hak angket tentang perpajakan ditolak," kata Ketua DPR Marzuki Alie yang langsung memimpin rapat.

Berikut posisi terakhir dukungan Angket Pajak:
- Demokrat, jumlah 145 orang, semua menolak
- Golkar, jumlah 106 orang, semua menerima
- PDIP, jumlah 84 orang, semua menerima
- PKS, jumlah 56 orang, semua menerima
- PAN, jumlah 43 orang, semua menolak
- PPP, jumlah 26 orang, semua menolak
- PKB, jumlah 28 orang, 26 menolak, 2 menerima
- Gerindra, jumlah 26 orang, semua menolak
- Hanura, jumlah 16 orang, semua menerima.

Pengambilan suara dilakukan per fraksi yang dimulai dari fraksi terbesar. Momen menarik terjadi saat giliran Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa yang sikap resmi fraksinya menolak usulan Angket. Dua politisi PKB yakni Effendy Choirie dan Lily Wahid secara terbuka mendukung Angket dengan tetap berdiri sebagai tanda dukungan. Tepuk tangan meriah pun terjadi.

Berlarut-larut

Pengambilan keputusan atas Angket ini sendiri terkesan berlarut-larut. Sebelum sampai pada pengambilan keputusan melalui voting yang baru efektif dilakukan pada malam hari, DPR telah menggelar pandangan fraksi yang sarat interupsi sejak Selasa pagi. Empat fraksi yakni Demokrat, PAN, PKB dan Gerindra sepakat menolak, empat fraksi sepakat menerima dan satu fraksi kemudian meminta lobi.

Lobi pun digelar pada sorenya, namun tetap gagal mencapai mufakat sehingga dilanjutkan dengan voting. Voting pun tidak langsung menuju ke menerima atau tolak. Pimpinan DPR muncul dengan dua opsi yakni opsi DPR memilih atau menolak Angket dan opsi bila Angket ditolak, perlu rapat komisi gabungan.

Anggota Fraksi PKS Fahri Hamzah yang menginterupsi sidang paripurna meminta tidak perlu ada 'bunga-bunga' lain seperti ini. "Keputusan kami, kita setuju atau tidak, dinamika komisi silakan saja, mau Hak Angket atau tidak, tidak perlu bunga-bunga," kata Fahri Hamzah atas tawaran ini.

PDIP, Golkar dan Hanura juga berpendapat senada. Langsung saja pada opsi menerima atau menolak. Dan akhirnya, voting pun dilangsungkan dengan pilihan sederhana itu, menerima atau menolak Angket.

Usul Kedua Juga Kandas

Gagalnya usulan ini melengkapi kegagalan usulan Angket Perpajakan yang sebelumnya digagas sejumlah anggota Komisi XI. Sembilan pengusul menarik dukungan sehingga dengan demikian tak memenuhi syarat lagi sebagai usulan Angket.

Ketua DPR Marzuki Alie menyampaikan dalam rapat paripurna bahwa ada tiga surat yang masuk ke pimpinan Dewan mengenai usulan Angket yang masuk ke pimpinan pada 4 Februari 2011 lalu itu. Surat pertama dari Subagyo, anggota Fraksi Gerindra, per 8 Februari 2011 yang menyatakan menarik dukungan dari usulan hak yang bernama resmi Hak Angket Penerimaan Negara dari Pajak dan Kasus-kasus Perpajakan itu.

"Surat kedua dari Sumaryati, juga Fraksi Gerindra, per 18 Februari. Isinya sama, menarik dukungan," kata Marzuki dalam rapat paripurna Selasa 22 Februari 2011.

Kemudian, surat ketiga dari tujuh anggota Fraksi Golkar. Isinya juga mencabut dukungan atas usulan Angket Perpajakan. Dengan demikian, kata Marzuki, jumlah pengusul tidak lagi mencapai 25 orang sebagaimana syarat minimal yang diatur Undang-undang.

"Dari 27 menjadi 18 anggota. Dengan demikian, syarat minimal sebagaimana diatur Tata Tertib yakni 25 anggota tidak terpenuhi," katanya. Karena itu, Marzuki menyampaikan, agenda pengambilan keputusan mengenai Hak Angket Penerimaan Negara dari Pajak dan Kasus-kasus Perpajakan ini ditunda sampai jumlah penanda tangan dilengkapi.

TERTANGKAP BASAH ANAK SAAT BERCINTA

RADAR JAMBI:TONI.S

Tertangkap Basah Anak Saat Bercinta
Tak perlu panik dan berteriak mengusirnya. Cobalah berpikir dari sudut pandang anak.
Jum'at, 18 Februari 2011, 00:17 WIB

Bercinta

Bercinta merupakan waktu yang paling menyenangkan bagi pasangan suami istri. Namun, apa jadinya jika anak Anda menangkap basah Anda dan suami ketika sedang berhubungan intim?

Rasa panik dan malu tentu akan menyelimuti pikiran Anda. Mungkin Anda akan spontan mengusirnya keluar kamar dengan nada membentak karena panik.

Menurut Licensed Clinical Social Worker Shauna Knox (LICSW), cara tersebut adalah cara yang salah untuk mengekspresikan kepanikan. Berteriak dan mengusir anak Anda justru semakin membuatnya bertanya-tanya.

Cobalah berpikir dengan cara pandang anak-anak. Mereka masih tidak mengerti apa yang mereka lihat dan dengar. Pada usia sekolah dasar, pola pikir anak sangat bergantung pada omongan orangtua, dan sangat ingin melindungi orangtua mereka. Karena itu, sangat mudah bagi mereka untuk memahami 'kejadian' itu sebagai hal yang mengancam orangtua mereka.

Untuk dapat meredam kekhawatirannya, mau tak mau Anda harus menjelaskan. "Jawablah dengan sederhana dan jujur pertanyaan yang mereka tanyakan. Anda ingin mereka mengerti bahwa yang Anda dan pasangan lakukan adalah hal yang normal, namun merupakan privasi," ujar Shauna Knox seperti dikutip dari Shine.

Sebagai orang tua, sudah menjadi kewajiban Anda untuk mengisi celah-celah yang kosong dalam pikiran mereka. "Ingatlah mereka belum mengerti kehidupan yang kalian jalani sebelumnya," ujarnya.

Karena itu, tetap gunakan penjelasan yang sederhana dan dapat mereka mengerti. Jelaskanlah bahwa kejadian tersebut bukan hal yang mengancam dan buruk. Serta tunjukan bahwa hubungan Anda dengan suami masih harmonis dan tidak terancam karena kejadian tersebut.

Apa yang akan Anda katakan harus tetap berdasarkan umur mereka. Jika anak Anda masih sangat kecil, mereka tidak memerlukan penjelasan mengenai seks, anatomi tubuh. Sedangkan jika anak Anda menginjak usia remaja, mungkin mereka sudah sedikit memahami mengenai seks.

"Anda tentu tidak ingin kejadian tersebut menjadi trauma bagi anak. Untuk anak usia remaja, Anda dapat memberikan informasi yang sesuai dengan apa yang mereka tanyakan. Pastikan mereka mengerti bahwa kejadian tersebut merupakan cara Anda dan suami menunjukkan rasa cinta," ujarnya.

Namun, lain kali cek kembali kunci pintu Anda sebelum memadu cinta.

OBAT ORGASME PEMBAWA PETAKA

RADAR JAMBI:TONI.S
Dian Parkinson

Layc Nichole



Obat Orgasme Pembawa Malapetaka
Seorang wanita sampai harus menjalani penanaman alat pemicu orgasme.
Rabu, 23 Februari 2011, 01:48 WIB

Apakah Anda termasuk seorang wanita yang mengonsumsi obat penambah kenikmatan bercinta? Jika iya, pikir beribu-ribu kali untuk menggunakannya kembali. Pasalnya, film dokumentasi dari Orgasm, Inc. mengungkapkan fakta mencengangkan mengenai efek samping obat ini.

Film ini merekam pengalaman buruk Charletta, seorang wanita yang harus menjalani operasi penanaman orgasmatron usai mengonsumsi obat penambah gairah. Ini adalah alat pemicu orgasme bagi wanita yang bekerja melalui rangsangan pada lutut kiri, seperti dikutip dari TIME.

Charletta telah didiagnosis dokter mengidap Female Sexual Dysfunction (FSD). FSD adalah kelainan seksual pada wanita yang tidak dapat merasakan kenikmatan bercinta atau bahkan tidak memiliki keinginan untuk melakukan hubungan seksual.

Menurut Liz Canner, pembuat film dokumeter pada Orgasm, Inc., produsen obat penambah gairah sewajarnya ikut bertanggung jawab terhadap kasus semacam Charletta. Ia khawatir, maraknya produsen obat peningkat gairah akan menambah daftar panjang kasus kelainan seksual.

Dalam pembuatan film dokumentasi itu, Liz Canner mengajak produsen obat, dokter, pembuat film-film erotis, hingga wanita biasa untuk membuktikannya. Film ini kemudian mendapat tanggapan dari produsen obat Vivus, yang dengan tenang menyatakan produk mereka telah melalui pengujian serius.

Menanggapi hal itu, pada tahun 2003 Canner membuat artikel berjudul "The Making of a Disease: Female Sexual Dysfunction," yang dimuat di British Medical Journal.

Canner menjelaskan cara produsen obat multinasional mulai membuat sebuah pertemuan pada akhir tahun 1990 dan menjelaskan definisi FSD sebagai kecemasan dan ketidakinginan wanita berhubungan seksual. Sebuah artikel pada Journal of the American Medical Association di tahun 1999 melaporkan bahwa 43% wanita menderita FSD.

Namun menurut pakar seks, Drs. Laura Berman, PhD, dan Jennifer Bremen, MD, produsen obat penambah gairah seksual adalah sekutu yang dapat membantu wanita dengan FSD.

Untuk mengampanyekannya, mereka membuat film yang menyebut mereka sebagai 'The Face of FSD' dan ditayangkan pada saluran TV kabel, termasuk saluran TV kabel milik Oprah Winfrey yang berjudul 'In The Bedroom'. Untuk mengampanyekannya, mereka mendapatkan kompensasi sebesar US$75.000 per hari.

Memang belum ada obat yang dapat menangani FSD, tetapi justru efek samping promosi yang dilakukan produsen obat sudah terjadi.

Pada film yang dibuat Canner, terdapat salah seorang mahasiswa yang melakukan operasi peremajaan vagina untuk dapat merasakan orgasme, namun yang terjadi justru mengalami pendarahan pascaoperasi dan dilarikan ke ruang gawat darurat.

Orgasm, Inc. pada akhirnya menantang produsen obat dengan menyatakan bahwa upaya terbesar untuk menyembuhkan FSD adalah dengan pendidikan dan penyuluhan bahwa banyak wanita tidak bisa merasakan orgasme.

Dengan kata lain, mengobati FSD bukanlah dengan cara membuat wanita kecanduan pada obat atau bentuk medis lainnya yang hanya memberikan kebahagiaan semu, tetapi dengan cara merubah pola pikir lebih positif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar